Who's Online

Mengapa kita perlu Culture Sheets? PDF Print E-mail

Culture Sheets, sebuah petunjuk penting dalam misteri perawatan anggrek.


Ketika mulai mencari tahu tentang cara membudidayakan anggrek, saya merasa selalu di-ping-pong oleh para pemain di dunia anggrek, juga oleh buku-buku yang saya baca, juga oleh issue2 yang sedang berkembang saat itu.

Contohnya, Si A menyampikan  bahwa dendrobium harus dirawat begini-begini-begini, sementara si B dengan yakin menunjukkan dendrobium-nya yang sangat bagus yang dibesarkan dengan cara yang tidak 100% sesuai dengan apa yang dikatakan si A.

Ini belum lagi kalau kita mencari informasi tentang cara perawatan di Internet, saya bisa pastikan kita pasti akan bingung luar biasa karena penganggrek di Hawaii membesarkan dengan cara X, sedangkan penganggrek di Taiwan melakukan metode Y, dan di Indonesia masing-masing pemain menerapkan caranya sendiri-sendiri. Dan semuanya bagus hasilnya ... Rrrrruar biasa sekali menurut saya saat itu, bahkan saya sempat berasumsi bahwa anggrek ini hebat banget ya ... bisa dibesarkan semau-maunya kita tanpa memikirkan ke-'mau'-an tanaman itu sendiri. Tetapi ternyata asumsi saya ini SALAH BESAR.


Dalam proses pencarian saya, akhirnya saya menemukan satu situs penggemar anggrek di Amerika, www.theaos.org, atau yang lebih dikenal dengan American Orchid Society (AOS). Dari sini saya merasa cara 'Education Comittee' dari AOS dalam merangkum informasi tentang kebutuhan dasar dari jenis anggrek tertentu ke dalam sebuah artikel/referensi yang singkat, padat, dan penuh manfaat adalah sebuah terobosan besar. Artikel ini lah yang disebut Culture Sheets, dan perlu anda ketahui bahwa Culture Sheets dari AOS adalah resources yang paling banyak diakses para penggemar anggrek dari seluruh dunia. Seringkali artikel mereka inilah yang dijadikan dasar penulisan buku, makalah, atau berita pada event para penggemar anggrek di seluruh dunia.


Culture Sheets ini mereka bagi berdasarkan tingkat pengetahuan dan kemampuan kita dalam ber-anggrek-ria. Karena saya masih pemula maka saya membaca yang "Beginner Level" saja. Tetapi dengan berjalannya waktu, dan seringnya saya mengikuti pertemuan dan acara-acara para penganggrek baik di Bali maupun di Jawa. Akhirnya saya paham kenapa AOS membagi informasinya ke dalam beberapa tingkatan atau level. Kalau kita sudah melakukan cara perawatan dengan memperhatikan hal-hal yang direkomendasikan pada Culture Sheets, maka kita akan lebih paham pada pembahasan tingkatan yang lebih kompleks. Hal-hal seperti pemakaian istilah, kebutuhan dasar tanaman, keadaan alam, dan masih banyak lagi yang memang perlu kita pelajari kalau kita memang serius mau mempelajari untuk menguasainya.


Tentunya bukan cuma AOS yang menerbitkan Culture Sheets, banyak sekali pihak lain yang menerbitkan versi-versi lain yang isinya telah disesuaikan ke dalam kebutuhan masyarakat tertentu, seperti dalam bahasa penyampaian, istilah-istilah lokal yang kerap mereka pakai, dsb.


Saya juga jadi teringat tentang sebuah buku yang menguraikan bahwa dalam mempelajari sesuatu kita tentunya akan melewati beberapa phase, yaitu:

I. BELUM SADAR bahwa BELUM BISA

II. SADAR bahwa BELUM BISA

III. SADAR bahwa BISA (Keahlian)

IV. TIDAK SADAR kalau sudah BISA (kompetensi)


Karena saya sebelumnya belum pernah mempelajari anggrek jadi saya masih di Phase I. Dan karena saya membantu usaha keluarga dalam bidang budidaya anggrek, tiba-tiba saya menjadi SADAR bahwa saya BELUM BISA(Phase II). jadi saya harus mau mempelajarinya, dan mempraktekkannya (belajar + berlatih) agar pengetahuan ini menjadi suatu KEAHLIAN nantinya. Dan saya yakin dengan bertekun mengasah keahlian tertentu, tidak mustahil seseorang akan memiliki kompetensi di bidang itu.


Akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan bahwa ketika si A mengatakan cara merawat Dendrobium adalah cara 'A', dan si B mengatakan cara yang cocok adalah cara 'B'. Semuanya adalah benar adanya. Karena cara bisa berbeda tergantung di mana anda memelihara anggrek anda, dan tentunya juga dipengaruhi seberapa besar minat anda mempelajinya lebih jauh. Contohnya, kalau daerah saya panas sekali siang dan malam mungkin saya akan menyiram pada jam-jam yang berbeda dengan apabila daerah saya bersuhu udara panas pada siang hari saja dan dingin sekali pada malam hari. Contoh lain perbedaan cara merawat adalah karena adanya pengaruh alam seperti berubahnya lama/panjang siang hari yang dipengaruhi oleh pergeseran posisi matahari dari belahan bumi selatan ke utara, dan sebaliknya.


Jadi "Mengapa kita perlu Culture Sheets?", atau barangkali ada yang bertanya "Apa bahasa Indonesia-nya Culture Sheets?" (saya cuma bercanda) ... saya yakin kita tidak perlu mencari jawaban yang panjang lebar tetapi yang terpenting adalah anda paham kenapa anda memerlukannya.


Tulisan ini mungkin sedikit mengganggu metabolisme dan emosi anda, jadi saya mohon maaf untuk itu. Dan saya sangat berterimakasih karena anda telah membaca tulisan ini sampai di sini. Semoga bermanfaat!


Ifan Winarno
ifan@florabali.com

 

 
< Prev
joomla templates by dezinedepot
© 2026 Flora Bali online resources
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.